![]() |
| Jarwanto |
Ini adalah kisah nyata yang pernah di alami mentor saya. Di kisah
ini saya akan menulis ulang dengan mengganti nama dan tokoh tanpa mengganti isi
cerita yang penuh inspiratif tersebut.
Hari ini adalah hari yang luar biasa bagi Ibrahim karena dia
akan memasuki jenjang sekolah yang baru. Jenjang yang selama ini sangat dia
nantikan. Memasuki SMA baru ini penuh semangat dan berharap dia akan
mendapatkan teman teman dan pengalaman baru.
Selama ini Ibrahim sangat ingin mempunyai bisnis sendiri dan
memiliki penghasilan sendiri tanpa perlu minta uang saku dari orang tuanya. Karena
itu dia belajar dari banyak pengusaha sukses. Kebanyakan dia belajar dari orang
tua temannya yang telah memiliki bisnis jutaan dollar. Dia berharap ketika
memasuki jenjang SMA ini dia bisa berkenalan dengan orang yang sukses dan
belajar banyak hal darinya.
“SMA baru dan inspirasi bisnis baru!” ucap Ibrahim saat melangkah
memasuki pintu gerbang sebuah sma internasional yang sangat terkenal di Jakarta.
Kebanyakan murid murid yang sekolah disini adalah anak pejabat atau pengusaha
dari kelas menengah ke atas. Orang tua Ibrahim sendiri adalah dosen disebuah
universitas negeri di Bandung. Namun sayang, ayah Ibrahim ingin agar anaknya
mengikui jalaur umum, yaitu kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang bagus. Sedangkan
Ibrahim tidak pernah ingin bekerja atau menjadi seorang karyawan. Yang dia
inginkan adalah menjadi seorang pengusaha. Sehingga mereka selalu tidak cocok
dalam menentukan arah hendak sekolah dimana Ibrahim kelak.
Pada hari pertama sekolah Ibrahim berkenalan dengan teman
teman baru. Karena hari ini kegiatannya adalah perkenalan dengan teman teman,
guru dan lingkungan sekolah.
Ibrahim mendapatkan teman dekat sangat baik. Namanya adalah Iskandar
Zulkarnain. Mereka mulai main dan makan bareng di kantin. Saat makan siang Ibrahim
bertanya kepada Iskandar.
“Iskandar, apa pekerjaan ayah kamu?” Tanya Ibrahim antusias,
berharap dia bisa belajar banyak hal jika ayah Iskandar adalah seorang
pengusaha sukses.
“Ayahku Cuma seorang tukang sampah.” Jawab Iskandar sambil
menyerupuk mie rebus pakai telur di mangkuknya.
Ibrahim terdiam sesaat, “ hemmmmzzz, Iskandar pasti sangat
pintar, bisa masuk sekolah di sini pasti karena beasiswa. Ayahnya yang seorang
tukang sampah pasti bangga bisa menyekolahkan anaknya di sini.” Gumammm Ibrahim.
“Kamu mendapat beasiswa ya di sekolah ini?” Tanya Ibrahim.
“Iya, sejak SD dan SMP hingga sekarang aku selalu mendapat
beasiswa. Kemaren ketika SMP aku menjuarai olimpiade matematika nasional, lalu
mendapatkan tawaran beasiswa sekolah disini. Karena menurutku aku sekolahnya
bagus. Aku terima tawaran tersebut.” Jawab Iskandar sambil tersenyum.
“ochhhh gitu yaw,,,pantesan kamu kayaknnya pintar bangeet. Beda
sama aku, selalu tertinggal di kelas. Jadi aku bisa belajar bareng kamu donk?” Tanya
Ibrahim.
“iya, kita bisa belajar bareng, sebenarnya aku jarang belajar
keras sich. Cuma gak tahu kenapa aku selalu bisa.”
“och gitu ya, kalau aku sich emang males belajar, aku selalu
dipaksa belajar sama ayahku, tapi entah kenapa semua yang aku pelajari gak
pernah bisa masuk di kepala. Dah berapa jam belajar tetap aja tidak bisa. Karena
itu aku benci belajar, dan aku ingin jadi pengusaha. Hehehe…..” kata Ibrahim sambil
ketawa.
Hingga suatu hari teman teman kelas mengadakan pesa untuk perayaan
mereka sekolah baru di SMA ini. Dan undian rumah untuk mengadakan pesta jatuh
ke rumah Iskandar. Iskandar mendapatkan jatah untuk menyediakan tempat dan
menjamu mereka makan makan. Semua biaya di jatuhkan kepada Iskandar semua, yach
tentu saja, karena undiannya jatuh di rumah Iskandar.
Ibrahim tidak bisa membayangkan beban yang harus di tanggung
oleh Iskandar dan keluarganya. Mengadakan pesta dan menjamu makan untuk teman
teman sekelas mereka. Wuichhhh belum lagi, apa muat rumah Iskandar untuk mengadakan
pesta dan pasti habis biaya yang mahal sekali. Kasihan ayahnya Iskandar.
Hingga hari pesta pun tiba. Dan Ibrahim beserta teman teman
pergi kerumah Iskandar. Ibrahim membonceng mobil temannya kerumah Iskandar. Semuanya
berkumpul dulu di sekolahan dan mereka ramai ramai datang ke rumah Iskandar
sesuai dengan alamat yang diberikan oleh Iskandar. Ada 100 siswa lebih yang
berangkat di acara tersebut.
Wuichhh gimana ya ayahnya Iskandar akan menjamu mereka semua?
Ayahnya kan Cuma seorang tukang sampah. Pasti berat banget bagi keluarga Iskandar.
Pikir Ibrahim.
Ibrahim sendiri heran karena perjalan kerumah Iskandar
melalui deretan perumahan elite yang ada di jakarta. Hingga akhirnya mereka
memasuki perumahan paling elit dan mewah di kawasan tersebut. Dan mereka sampai
di sebuah rumah paling besar dan mewah di perumahan tersebut. Dan di depan
halaman rumah tersebut sudah ada tulisan selamat datang untuk mereka. Dan Iskandar
menyambut mereka semua di halaman depan.
Pesta pun berlangsung sangat meriah di rumah Iskandar. Ibrahim
sangat terpesona dengan rumah Iskandar. Sangat mewah dan besar. Belum lagi ada
lima mobil sport berjejer rapi di garasi, ferrary dan juga Porsche.
Lalu setelah makan-makan dan mereka semuanya bersantai di
taman depan rumah. Ibrahim berkata kepada Iskandar.
“kamu bohongin aku ya? Katamu ayahmu Cuma seorang tukang
sampah. Mana mungkin tukang sampah memiliki rumah semewah ini. Belum lagi mobil
mobil sport yang ada di garasi.” Tanya Ibrahim.
Iskandar Cuma ketawa lalu berkata,
”Ayahku memang seorang
tukang sampah. Dia mempunyai perusahaan pengolahan sampah di kota ini. Dia juga
menggarap proyek pembersihan sampah di perumahan,sekolahan, dan juga dari
pemerintah di kota kota besar. Dia mendapat bayaran dari klient yang dia
bersihkan tempatnya. Selain itu beliau juga dapat keuntungan dari sampah yang
didaur ulang.”
Ibrahim terdiam, dan berpikir. Ayah nya Iskandar pasti orang
yang hebat, saya harus belajar kepada beliau. Ibrahim tidak menyangka jika
selama ini Iskandar berasal dari keluarga kaya raya. Iskandar memang
mendapatkan beasiswa juga karena kemampuannya.
Guys, terkadang mungkin kita meremehkan banyak peluang di
sekitar kita. Namun jika kita mau mengelola peluang tersebut dan
membesarkannya, bisa jadi usaha kita sudah sangat sukses. Boleh jadi, dari
sekedar bisnis sampah yang sangat kecil, kita bias mendaur ulangnya dan
menjadikan produk yang sangat berharga. Atau mungkin bias menjadi sebuah
perusahaan jasa yang sangat besar, dengan mengelola dan membersihkan sampah
yang ada di perumahan, sekolahan, hingga proyek kerjasama dengan pemerintah dan
berbagai macam perusahaan besar. Selalu berpikir besar, OK! See You at The Top!





0 Response to "AYAHKU SEORANG TUKANG SAMPAH"
Post a Comment